Ihram.co.id — Maverick Vinales mengakui kesalahan dalam set-up motornya pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand dan mengumumkan rencananya untuk menggunakan motor yang sama dengan rekan setimnya, Pedro Acosta, pada balapan-balapan mendatang.
Keputusan ini diambil setelah awal musim yang mengecewakan bagi pembalap Tech3 KTM itu, yang gagal mengumpulkan poin di Grand Prix Thailand, sementara Acosta memimpin klasemen kejuaraan.
Awal Musim yang Mengecewakan
Setelah musim dingin yang dihabiskan berlatih bersama mantan juara dunia kelas utama tiga kali, Jorge Lorenzo, Vinales diharapkan bisa menjadi pembalap utama Red Bull KTM Factory Racing pada 2026. Namun, realitas di Sirkuit Buriram menunjukkan bahwa Acosta masih unggul, sedangkan Vinales kesulitan menemukan ritme yang tepat.
Dalam wawancara dengan Marca di sebuah acara MMA, Vinales mengakui kesalahannya dalam memilih komponen motor selama pra-musim sebagai faktor utama performanya yang buruk.
“Saya jelas tidak senang. Saya bekerja sepanjang musim dingin dengan satu tujuan, yaitu masuk ke posisi teratas, tapi kami sangat jauh dari itu,” kata Vinales, juara 10 kali Grand Prix kelas utama.
“Saya menghabiskan seluruh pra-musim bekerja dengan motor yang saya rasa akan cocok, tapi pada akhirnya itu tidak berhasil. Itu salah saya; saya memilih bagian yang salah. Hal baiknya, saya bisa memperbaikinya. Saya bisa pakai motor yang digunakan rekan-rekan setim saya, yang tampaknya bekerja lebih baik.”
Tantangan Adaptasi Motor Baru
Walaupun Vinales akan beralih ke motor yang sama dengan Acosta, tantangannya adalah menyesuaikan set-up tersebut dengan gaya balap pribadinya. Rekan setimnya, Enea Bastianini, sebelumnya menyoroti kekhawatiran bahwa KTM terlalu memfokuskan pengembangan RC16 selama musim dingin pada Acosta, sehingga pengembangan bagi pembalap lain menjadi terbatas.
“Kami berharap KTM mempertimbangkan semua pembalap, bukan hanya fokus pada Acosta,” ungkap Bastianini sebelum musim dimulai.
Hubungan dengan Jorge Lorenzo Mulai Dipertanyakan
Selain masalah teknis, hubungan Vinales dengan pelatih performa barunya, Jorge Lorenzo, dikabarkan mulai tegang. Pasca balapan Thailand, Vinales menegaskan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan Lorenzo untuk membantunya masuk ke posisi poin, menunjukkan frustrasi yang mendalam terhadap performanya sendiri.
Beberapa pengamat MotoGP, termasuk mantan pembalap Neil Hodgson, memprediksi bahwa kemitraan antara Vinales dan Lorenzo kemungkinan akan berakhir sebelum putaran kelima di Jerez. Bahkan, beberapa pihak di paddock dikabarkan telah memasang taruhan mengenai lamanya kerja sama tersebut.
Baca Juga: Raih Hasil Buruk di MotoGP Thailand, Maverick Vinales Nilai Peran Jorge Lorenzo Tak Efektif
Meskipun awal musim kurang ideal, Vinales masih memiliki waktu untuk memperbaiki posisinya di kejuaraan 2026. Dengan menggunakan motor yang lebih konsisten digunakan rekan setimnya, ia berharap dapat menutup jarak poin dengan Acosta dan memaksimalkan potensi KTM RC16.
“Rasanya memang buruk karena ini baru balapan pertama, tapi masih banyak balapan tersisa untuk memperbaiki semuanya,” tambah Vinales.
Dengan strategi baru dan fokus pada adaptasi motor, Vinales bertekad untuk kembali bersaing di papan atas MotoGP 2026, meski tantangan teknis dan dinamika tim tetap menjadi faktor krusial sepanjang musim.
Ikuti Ihram.co.id
