Ihram.co.id — Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, menilai defisit kecepatan timnya terhadap Mercedes dan Ferrari di Formula 1 2026 “tidak mengejutkan” dan berasal dari kombinasi masalah sasis dan mesin. Hal ini disampaikannya setelah finis keenam pada balapan pembuka F1 Grand Prix Australia 2026 di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Minggu (8/3/2026).
Verstappen memulai balapan dari posisi belakang karena gagal mencatatkan waktu di sesi kualifikasi, sementara rekan setimnya, Isack Hadjar, berhasil start dari posisi ketiga namun tertinggal hampir delapan persepuluh detik dari pace teratas.
Baca Juga: Start dari Belakang di F1 GP Australia 2026, Max Verstappen Salahkan Regulasi Baru
Meskipun kesulitan, pembalap asal Belanda itu mampu menembus zona poin dan finis keenam, tertinggal 54,617 detik dari pemenang balapan, George Russell (Mercedes AMG Petronas).
“Secara keseluruhan, performa mobil saat ini separuh karena sasis, separuh karena mesin,” kata Verstappen kepada Crash.net.
“Itu bukan masalah besar dan bisa diperbaiki. Tim dan bagian mesin bekerja luar biasa, dan saya bangga dengan mereka. Sekarang tinggal sedikit lagi untuk bisa bertarung lebih depan.” lanjutnya
Tantangan Aturan Baru dan Kompetisi Ketat
Verstappen juga menyoroti regulasi teknis baru untuk musim 2026, yang dianggapnya membuat balapan lebih “chaotic” atau kacau. Ia menyebut meskipun Red Bull menghadapi kesulitan, tim ini masih kompetitif dibandingkan McLaren yang menggunakan mesin Mercedes.
“Aturan tetap sama, tapi posisi kami sekarang terlihat sedikit lebih baik dibandingkan sebelumnya,” tambah Verstappen.
“Jika kami bisa melakukan beberapa langkah maju dalam beberapa balapan ke depan, kemungkinan bersaing di depan tetap ada.”
Baca Juga: Pembalap F1 Kritik Mobil Baru 2026, Norris: Kami Menunggu Kecelakaan Besar Terjadi
Red Bull vs Rival Utama
Selama akhir pekan, Ferrari menunjukkan performa kuat seperti pada sesi tes pra-musim, namun masih kesulitan menghadapi Mercedes di kualifikasi. Pada balapan, Ferrari mampu tampil lebih baik, namun dominasi Mercedes tetap tak terbendung.
Hadjar pun sempat menyalip kedua mobil Mercedes di beberapa sesi latihan, menunjukkan adanya potensi, meski belum bisa konsisten menantang posisi terdepan.
Dengan hasil ini, Red Bull mengumpulkan 8 poin melalui Verstappen dan belum ada poin dari Hadjar karena masalah mesin. Mercedes memimpin klasemen konstruktor dengan 43 poin, disusul Ferrari 27 poin, McLaren 10 poin, dan Red Bull 8 poin.
Baca Juga: Klasemen F1 2026 Usai GP Australia: Russell di Puncak, Duo Ferrari Tempel Ketat
Balapan berikutnya, F1 GP China 2026, akan digelar di Sirkuit Internasional Shanghai pada 15 Maret 2026, di mana Red Bull berharap bisa menutup jarak dengan tim-tim teratas.
Ikuti Ihram.co.id
