Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin resmi melantik 12 orang tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, pada Kamis (15/1). Di antara deretan nama yang dilantik, terdapat sosok Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto dan Frank Alexander Hutapea.

Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto, yang dikenal sebagai vokalis band Letto, merupakan putra dari cendekiawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun. Sementara itu, Frank Alexander Hutapea merupakan putra sulung dari pengacara Hotman Paris Hutapea.

Kontribusi Strategis Tenaga Ahli DPN

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa para tenaga ahli ini bertugas memberikan masukan dan rekomendasi strategis. Mekanisme tersebut dijalankan melalui forum dan tata kerja Dewan Pertahanan Nasional sesuai dengan struktur kelembagaan yang berlaku.

“Dalam mekanismenya, tenaga ahli menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum dan tata kerja Dewan Pertahanan Nasional sesuai struktur yang berlaku,” ujar Rico dalam keterangannya, Minggu (18/1).

Rico menambahkan bahwa keahlian dari masing-masing tenaga ahli akan berkontribusi dalam memperkaya kajian dewan. Perspektif yang ditawarkan mencakup bidang sosial, kebudayaan, hingga komunikasi strategis yang dianggap relevan bagi kepentingan pertahanan negara.

Keputusan Tetap di Jalur Institusi

Kontribusi pemikiran dari 12 tenaga ahli tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan kolektif bagi pimpinan dewan, termasuk Menteri Pertahanan. Namun, Rico menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan akhir tetap berada dalam koridor kelembagaan.

Pihak Kementerian Pertahanan juga memberikan klarifikasi terkait latar belakang para tenaga ahli yang baru dilantik. Rico memastikan bahwa penunjukan tersebut didasarkan pada kualitas kebijakan yang ingin dicapai, bukan karena relasi keluarga.

“Tidak dikaitkan dengan latar belakang keluarga maupun faktor non-institusional lainnya,” tegas Rico menutup keterangannya.