Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga 18 Juni 2026 tercatat mencapai 946,8 ribu ton. Jumlah itu terdiri atas beberapa pos: bantuan pangan beras 550,1 ribu ton, program SPHP beras 348,5 ribu ton, golongan anggaran 36,8 ribu ton, dan tanggap darurat 11,3 ribu ton.

Per 18 Juni 2026, total stok beras di gudang Bulog mencapai 5,2 juta ton. Angka ini dipicu pengadaan setara produksi dalam negeri sejak awal 2026 sebesar 3,18 juta ton, ditambah stok akhir 2025 yang tercatat 3,24 juta ton dan realisasi pengadaan produksi dalam negeri sepanjang 2025 sebesar 3,43 juta ton tanpa impor.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan kondisi persediaan beras dalam negeri melimpah dan menegaskan pemerintah tidak berencana melakukan impor dalam situasi saat ini.

“Beras kita melimpah. Semua gudang kita penuh dengan beras sekarang ini. Stok sekarang 5,2 juta ton. Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama merdeka,”
“Kalau dulu, stok di Bulog hanya 1 juta ton kemudian harga naik, kesimpulannya impor. Sekarang berbeda. Kita surplus. Kita sudah swasembada,”

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan data penyaluran CBP sepanjang 2023–2025 mencapai 7,75 juta ton. Rinciannya: 2023 sebanyak 2,76 juta ton, 2024 mencapai 3,37 juta ton, dan sepanjang 2025 tersalurkan 1,62 juta ton.

Rincian Penyaluran Per Tahun

Pada 2023, penyaluran tercatat 2,76 juta ton, yang meliputi bantuan pangan beras 1,49 juta ton, SPHP beras 1,18 juta ton, golongan anggaran 87,5 ribu ton, dan tanggap darurat 2,3 ribu ton.

Selanjutnya pada 2024, penyaluran meliputi bantuan pangan beras 1,97 juta ton, SPHP beras 1,4 juta ton, serta tanggap darurat 442 ton.

Sepanjang 2025 total penyaluran 1,62 juta ton. Komposisinya: SPHP beras 802,9 ribu ton, bantuan pangan beras 710,78 ribu ton, golongan anggaran 92,1 ribu ton, dan tanggap darurat 13,16 ribu ton.

Komitmen Penyerapan Produksi Lokal

Ketut menyatakan pemerintah akan melanjutkan berbagai program penyaluran CBP pada 2026. Fokus kebijakan diarahkan pada penyerapan hasil panen petani dalam negeri untuk memperkuat stok.

“Saat ini pemerintah fokus pada penyerapan panen petani kita untuk CBP. Ini juga diiringi dengan pelaksanaan program penyaluran ke masyarakat sampai akhir tahun nanti. Tentunya upaya ini harus kontinyu diimplementasikan agar hulu dan hilir selalu terjaga kestabilannya,”