— Mantan juara dunia Neil Hodgson menekankan agar Fabio Quartararo tetap profesional bersama Yamaha, meskipun kabar kepindahannya ke Honda Racing Corporation pada musim 2027 telah ramai dibicarakan. Pernyataan Hodgson muncul setelah sesi latihan bebas pertama MotoGP Thailand 2026, Jumat (27/2), di Chang International Circuit.

Musim ini, Yamaha melakukan perubahan besar pada M1 dengan mengganti mesin inline-four menjadi V4 engine, hasil dorongan Quartararo sendiri. Namun, meski ada pembaruan signifikan, performa Yamaha belum menunjukkan kemajuan berarti dibandingkan musim 2025.

Quartararo terlihat kecewa dan frustrasi setelah setiap sesi latihan, menunjukkan tekanan yang masih dirasakannya di atas motor pabrikan Jepang tersebut.

Baca Juga: Alex Rins Rela Korbankan Motor untuk Quartararo, Yamaha Kejar Pengembangan V4

Hodgson: “Tetap Profesional dan Fokus pada Yamaha”

Quartararo menandatangani perpanjangan kontrak bersama Yamaha pada 2024 untuk dua tahun (2025–2026), meski sempat menuai keraguan karena performa tim yang kurang stabil. Kini, Quartararo disebut-sebut telah meneken kontrak dua tahun dengan Honda mulai 2027.

Hodgson menekankan pentingnya sikap profesional selama sisa musim 2026.

“Dia harus menyesuaikan targetnya; ia tahu risiko ketika menandatangani kontrak dengan Yamaha. Quartararo mendorong mereka untuk mengembangkan mesin V4, yang sudah dilakukan,” ujar Hodgson dalam siaran TNT Sports saat Free Practice One.

“Mengetahui bahwa dia akan meninggalkan Yamaha akhir musim ini memang menambah tekanan. Tapi dia dibayar sangat baik, dia harus profesional, tetap fokus, menundukkan kepala, dan melakukan yang terbaik untuk perusahaannya,” tambah Hodgson.

Kesulitan Yamaha di Buriram

Hasil latihan bebas pertama menunjukkan tantangan besar yang dihadapi Yamaha. Semua empat pembalap Yamaha gagal menembus top 10 yang otomatis lolos ke Q2. Quartararo menjadi pembalap Yamaha terbaik di posisi 16, diikuti rekan setim pabriknya Alex Rins di posisi 20. Sementara itu, pembalap Pramac Yamaha, Jack Miller dan Toprak Razgatlioglu, berada di posisi 19 dan 21.

Kesulitan ini bukan hal baru, karena semua pembalap Yamaha mengalami tantangan serupa selama tes pramusim di Sepang, Malaysia, dan Buriram sebelumnya. Mesin baru V4 belum cukup membantu meningkatkan posisi mereka dalam daftar waktu.

Baca Juga: Fabio Quartararo Keluhkan Arah Pengembangan Motor Yamaha 2026, Akui Performa Masih Jauh dari Harapan

Dengan kondisi saat ini, Quartararo harus melewati Q1 pada Sabtu pagi (28/2) untuk mendapatkan tempat di Q2. Musim 2026 diperkirakan akan menjadi ujian mental dan teknis bagi pembalap Prancis ini, sekaligus menjadi penentu kesuksesan Yamaha dengan mesin V4 baru mereka.

Hodgson menegaskan bahwa fokus dan profesionalisme akan menjadi kunci untuk menghadapi tekanan tersebut, terutama di tengah spekulasi kepindahan ke Honda.