— Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, dikabarkan telah mengambil keputusan besar terkait masa depannya di MotoGP dengan memilih bergabung ke Aprilia Racing mulai MotoGP 2027.

Keputusan ini muncul setelah juara dunia MotoGP dua kali tersebut menilai proyek mesin V4 milik Yamaha Motor Company belum menunjukkan performa yang cukup meyakinkan dalam pengujian terbaru.

Menurut berbagai laporan media Eropa, Bagnaia disebut akan menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi empat tahun bersama Aprilia. Meski belum ada pengumuman resmi dari pihak terkait, pembalap asal Italia itu dikabarkan telah membuat keputusan final dan hanya menunggu waktu untuk diumumkan.

Langkah tersebut berpotensi mengakhiri kebersamaan Bagnaia dengan Ducati, tim yang membesarkan namanya dan mengantarkannya meraih gelar juara dunia MotoGP pada musim 2022 dan 2023.

Baca Juga: Bagnaia Pilih Aprilia untuk MotoGP 2027, Tinggalkan Ducati dan Abaikan Kontrak Mahal Yamaha

Proyek Mesin V4 Yamaha Jadi Faktor Penentu

Salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan Bagnaia adalah perkembangan proyek mesin V4 Yamaha yang masih dinilai belum kompetitif dibanding rival.

Yamaha tengah mengembangkan konfigurasi mesin V4 sebagai perubahan besar dari mesin inline-four yang selama ini digunakan. Proyek tersebut dipersiapkan untuk menghadapi regulasi baru MotoGP 2027 yang akan menggunakan mesin 850cc.

Namun dalam tes pramusim terbaru, performa motor Yamaha disebut masih mengalami sejumlah kendala, terutama dalam hal konsistensi kecepatan, stabilitas, dan daya saing terhadap pabrikan lain. Situasi ini membuat Bagnaia mempertimbangkan opsi lain yang dinilai lebih siap secara teknis.

Awalnya, Yamaha dilaporkan sempat memberikan tawaran kontrak bernilai besar untuk merekrut Bagnaia sebagai bagian dari proyek jangka panjang mereka. Namun performa motor dalam pengujian membuat pembalap Italia itu mengalihkan pilihannya.

Aprilia Dinilai Punya Proyek Lebih Kompetitif

Di sisi lain, Aprilia dinilai menunjukkan perkembangan performa signifikan dalam beberapa musim terakhir. Motor RS-GP milik tim asal Noale itu tampil kompetitif dalam berbagai tes pramusim dan menunjukkan peningkatan konsisten dalam performa mesin maupun aerodinamika.

Aprilia juga disebut memiliki proyek jangka panjang yang jelas untuk era regulasi baru MotoGP, termasuk pengembangan teknologi mesin dan paket teknis yang lebih stabil.

Jika transfer ini terealisasi, Bagnaia berpotensi menjadi pusat proyek ambisius Aprilia untuk menantang dominasi pabrikan besar seperti Ducati dan KTM pada era baru MotoGP.

Dampak Besar bagi Bursa Transfer MotoGP 2027

Potensi kepindahan Bagnaia diperkirakan akan memicu efek domino besar di bursa transfer pembalap MotoGP.

Ducati kemungkinan harus mencari pengganti untuk kursi tim pabrikan, sementara Yamaha dipaksa mengubah strategi perekrutan setelah gagal mendapatkan target utamanya. Di sisi lain, Aprilia berpeluang memperkuat status sebagai kekuatan baru di grid MotoGP.

Baca Juga: Fabio Di Giannantonio Masuk Radar Yamaha Usai Francesco Bagnaia Pilih Aprilia

Perubahan besar ini terjadi menjelang era regulasi baru MotoGP 2027 yang akan menghadirkan perubahan teknis signifikan, termasuk penggunaan mesin 850cc dan pengembangan teknologi baru. Karena itu, keputusan pembalap papan atas seperti Bagnaia menjadi sangat strategis bagi arah persaingan ke depan.

Hingga kini, semua pihak terkait belum memberikan konfirmasi resmi terkait kesepakatan tersebut.