Otoritas pasar modal Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC), mengajukan usulan penghapusan aturan yang selama ini mewajibkan investor menerima harga terbaik dalam setiap transaksi saham. Rencana ini dinilai dapat menjadi pemicu perubahan signifikan, khususnya bagi perdagangan aset kripto yang berbentuk saham token (tokenised equities).
Aturan yang dikenal sebagai trade through rule itu berlaku sejak 2005 dan melarang bursa atau sistem perdagangan mengeksekusi transaksi pada harga yang lebih buruk daripada penawaran terbaik di pasar nasional. Tujuan utamanya adalah memastikan investor mendapatkan kesepakatan yang adil dalam pasar saham yang kompetitif.
Alasan Perubahan dan Respons Industri
Menurut pihak SEC, aturan lama terlalu menitikberatkan pada harga dan kurang mempertimbangkan aspek lain dari eksekusi perdagangan, seperti probabilitas keberhasilan transaksi. Sebagai alternatif, SEC berencana memperkenalkan pengecualian inovasi bagi platform keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Pelaku industri kripto merespons positif rencana tersebut. Alex Thorn, kepala riset di Galaxy Digital, menyebut kebijakan itu sebagai salah satu pembuka kunci terbesar bagi tokenisasi saham. Coinbase juga mendukung penghapusan aturan ini karena dianggap menimbulkan kompleksitas dan distorsi pasar.
Dampak Pada Infrastruktur Perdagangan
Sejumlah lembaga keuangan tradisional dikabarkan mulai mengeksplorasi perdagangan berbasis blockchain. Bursa Efek New York (NYSE) dilaporkan tengah mengembangkan sistem perdagangan saham berbasis blockchain, sementara Nasdaq disebut sedang merancang model token agar perusahaan publik memiliki kontrol lebih besar atas saham digital mereka.
Namun tidak semua pihak setuju. Joe Saluzzi dari Themis Trading mempertanyakan kebutuhan perubahan tersebut dan menilai pasar yang ada saat ini sudah sangat likuid. Kritik serupa menyoroti potensi risiko terhadap struktur pasar yang selama ini dipandang stabil.
Proses Aturan dan Masa Konsultasi
SEC membuka masa konsultasi publik selama 60 hari untuk menerima masukan berbagai pihak sebelum aturan baru diresmikan. Trade through rule awalnya dirancang untuk melindungi investor ritel dengan memastikan eksekusi pada harga terbaik yang tersedia di bursa manapun di AS.
Kehadiran aset kripto yang beroperasi secara global dan berjalan 24 jam menantang struktur pasar tradisional yang sangat bergantung pada kecepatan teknologi informasi. Perdebatan seputar penghapusan aturan ini mencerminkan dilema regulator antara menjaga perlindungan investor dan memberi ruang bagi inovasi teknologi finansial.
Ikuti Ihram.co.id
