PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025 setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) digelar pada Rabu, 17 Juni 2026.
Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan manajemen, termasuk penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp2,55 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp2 miliar dialokasikan untuk dana cadangan, sementara sebesar Rp2,54 triliun dibukukan sebagai laba ditahan.
Kebijakan Keuangan dan Alasan Manajemen
Manajemen menyatakan keputusan menahan sebagian besar laba bertujuan memperkuat struktur permodalan. “Kami terus melihat berbagai peluang pertumbuhan yang menjanjikan di sektor properti nasional. Oleh karena itu, kami memandang bahwa penguatan struktur permodalan melalui pencatatan sebagian besar laba bersih sebagai laba ditahan merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru, memperkuat land bank, serta menjaga fleksibilitas keuangan BSDE dalam menangkap peluang usaha yang dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham,” ujar Direktur Hermawan Wijaya dalam keterangan resmi, Kamis, 19 Juni 2026.
Pergerakan Saham dan Rasio Valuasi
Saham BSDE tercatat bergerak melemah pada Rabu dan berlanjut pada perdagangan berikutnya. Per Kamis sekitar pukul 14.06 WIB, saham BSDE tercatat turun 1,61% ke level Rp610 per saham. Volume perdagangan mencapai 12,04 juta saham dengan frekuensi 1.650 kali dan nilai transaksi sekitar Rp7,43 miliar.
Dari sisi valuasi, saham BSDE tercatat relatif murah dengan rasio price to book value (PBV) 0,29 kali. Rasio price earnings (PER) BSDE tercatat 4,99 kali (annualized).
Ikuti Ihram.co.id
