PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) menyatakan keterlibatannya dalam Proyek Seismik Offshore 3D Kandawulo di perairan Selat Makassar sebagai wujud kapabilitas teknologi dan operasional perusahaan. Perusahaan yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina ini menilai proyek itu krusial untuk mendukung agenda ketahanan energi melalui penyediaan data bawah permukaan berkualitas tinggi.

Proyek Kandawulo mencakup area survei sekitar 2.500 kilometer persegi dengan kedalaman laut antara 900 hingga 2.000 meter. Elnusa menyebutkan bahwa kompleksitas lahan survei ini menegaskan peran perusahaan dalam menghadirkan layanan eksplorasi berteknologi tinggi pada wilayah frontier yang menjadi sasaran pengembangan energi masa depan.

Teknologi Akuisisi dan Pengolahan Data

Dalam pelaksanaan proyek, Elnusa mengimplementasikan teknologi akuisisi seismik broadband menggunakan metode Marine Streamer. Menurut penjelasan perusahaan, metode ini mampu menghasilkan pencitraan bawah permukaan dengan resolusi lebih tinggi dan rentang frekuensi yang lebih luas.

Teknologi tersebut didukung sistem navigasi, positioning, serta quality control terintegrasi yang memungkinkan pemantauan kualitas data secara real-time. Elnusa menyatakan bahwa langkah ini meningkatkan akurasi dan efisiensi operasional selama proses akuisisi data.

Konfigurasi Operasional

Perusahaan juga menerapkan konfigurasi slanted tow untuk memperoleh data dengan rasio signal-to-noise yang lebih baik. Menurut Elnusa, konfigurasi ini membantu menghasilkan gambaran geologi bawah permukaan yang lebih jelas dan akurat, sehingga mengurangi ketidakpastian eksplorasi.

Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, mengatakan proyek ini mencerminkan transformasi perusahaan menjadi penyedia jasa energi berbasis teknologi. “Melalui pemanfaatan teknologi seismik broadband dan kapabilitas operasional offshore yang semakin kuat, Elnusa tidak hanya menghadirkan data berkualitas tinggi bagi pelanggan, tetapi juga turut berkontribusi dalam membuka peluang penemuan cadangan migas baru yang dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi Indonesia,” ujar Andri dalam keterangan resmi, Kamis (19/6/2026).

Andri menambahkan bahwa Proyek Kandawulo memperlihatkan bagaimana teknologi dan inovasi dapat menjadi enabler utama dalam mendukung target peningkatan produksi migas nasional.

Kolaborasi Pelaksana

Pelaksanaan proyek dilakukan bersama PT COSL Indo sebagai penyedia kapal dan peralatan seismik. Dalam kolaborasi ini, Elnusa menempatkan peran pada pengelolaan perizinan, pengkondisian wilayah, serta dukungan operasional akuisisi data untuk menghadirkan solusi yang terintegrasi dan efisien bagi pelanggan.