— Arne Slot menilai masalah stamina sebagai faktor utama di balik kolapsnya Liverpool pada menit-menit akhir pertandingan musim ini. Kekalahan dramatis dari Bournemouth lewat gol di masa stoppage time memperkuat narasi tersebut, sekaligus menambah daftar hasil buruk The Reds yang gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Namun, penilaian itu tidak sepenuhnya sejalan dengan data performa tim sepanjang musim. Statistik fisik Liverpool justru menunjukkan peningkatan jarak tempuh dan intensitas sprint dibandingkan musim lalu, sebuah indikator bahwa penurunan kebugaran bukanlah persoalan utama.

Arne Slot Keluhkan Stamina Skuadnya

Pelatih Arne Slot sendiri mengakui bahwa beberapa pemainnya ‘kehabisan energi’ saat melawan Bournemouth.

“Jika Anda tidak mengetahui informasi terkait kondisi kebugaran para pemain, wajar jika keputusan-keputusan tersebut mendapat kritik. Namun, jika orang-orang memahami tantangan yang kami hadapi, mereka akan lebih mengerti keputusan yang saya ambil,” ujar Slot ujarnya kepada Daily Mail Sport..

“Pernah ada pemain yang tetap berada di lapangan dan bahkan mencetak gol di akhir pertandingan, padahal sebenarnya akan lebih baik jika dia ditarik keluar lebih awal. Tidak selalu Anda mendengarkan data atau masukan, tetapi juga mengandalkan pengamatan langsung,” tutup Slot, menekankan pentingnya penilaian personal terhadap kondisi pemain di lapangan.

Data Statistik: Bukti atau Sekadar Kebetulan?

Di balik keluhan soal kebugaran, data statistik Liverpool musim ini menunjukkan gambaran yang berbeda. Rata-rata jarak tempuh per pertandingan justru meningkat dari 104.5 km menjadi 108.7 km dibandingkan musim lalu. Begitu pula dengan jumlah sprint yang juga bertambah.

Hal ini mengindikasikan bahwa secara umum, tingkat kebugaran pemain tidak menurun. Slot juga telah menggunakan 23 pemain di liga, angka yang cukup moderat. Namun, statistik lain menunjukkan penurunan dalam hal high turnovers (memenangkan bola di sepertiga akhir lapangan lawan) dan serangan langsung (direct attacks).

Poin krusial yang patut disorot adalah hilangnya tujuh poin di menit-menit akhir pertandingan. Ini berbanding terbalik dengan awal musim, di mana Liverpool berhasil memenangkan enam dari delapan pertandingan pertama setelah menit ke-80, bahkan empat kemenangan diraih di masa stoppage time.