— Tim MotoGP Honda dilaporkan mulai khawatir bahwa fokus Honda Racing Corporation (HRC) terhadap proyek Formula 1 bersama Aston Martin dapat memengaruhi pengembangan motor RC213V. Kekhawatiran tersebut muncul di tengah upaya Honda untuk kembali kompetitif setelah beberapa musim mengalami penurunan performa di MotoGP.

Situasi ini menjadi sorotan karena Honda saat ini menjalankan proyek besar di dua ajang balap dunia sekaligus, yakni MotoGP dan Formula 1, dengan struktur manajemen yang berada di bawah satu payung organisasi HRC.

Baca Juga: Bos VR46 Puji Luca Marini, Sebut Kontribusi Joan Mir Tak Banyak Membantu Honda

Kebangkitan Honda di MotoGP Mulai Terlihat

Setelah mengalami masa sulit sejak 2020, Honda mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dalam dua musim terakhir. Pada 2025, pabrikan Jepang tersebut mencatat peningkatan performa yang signifikan dibandingkan musim-musim sebelumnya.

Motor RC213V yang digunakan oleh Joan Mir dan Luca Marini disebut mengalami banyak pembaruan, termasuk pengurangan bobot serta peningkatan karakter mesin yang membuat motor lebih mudah dikendalikan.

Perkembangan tersebut juga terlihat pada seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Chang, Buriram, Thailand. Joan Mir sempat bersaing untuk posisi lima besar sebelum akhirnya gagal finis akibat masalah reliabilitas ketika balapan menyisakan lima lap.

Sementara itu, Luca Marini juga mampu menunjukkan performa kompetitif sepanjang akhir pekan balapan.

Bos tim Honda, Alberto Puig, bahkan sebelumnya menyatakan bahwa target realistis tim pada musim 2026 adalah kembali meraih kemenangan balapan, sesuatu yang belum mereka capai sejak beberapa musim terakhir.

Proyek Mesin F1 Aston Martin Mengalami Masalah

Namun di sisi lain, Honda saat ini juga menghadapi tantangan besar di Formula 1. Pada musim 2026, pabrikan Jepang tersebut memulai kemitraan mesin baru dengan tim Aston Martin.

Unit tenaga Honda untuk Aston Martin dilaporkan mengalami sejumlah kendala teknis pada awal musim. Salah satu masalah yang mencuat adalah getaran berlebih dari mesin yang menyebabkan beberapa komponen mobil mengalami kerusakan.

Pada Grand Prix Australia, seri pembuka Formula 1 2026, Aston Martin bahkan disebut memperlakukan akhir pekan balapan seperti sesi uji coba tambahan karena keterbatasan suku cadang, terutama komponen baterai.

Masalah tersebut membuat Honda harus memprioritaskan penyelesaian isu teknis pada mesin F1 mereka dalam waktu dekat.

Kekhawatiran Internal Honda

Menurut laporan Motorsport.com, seorang eksekutif Honda yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa situasi di Formula 1 hampir pasti akan berdampak pada proyek MotoGP.

Hal ini karena struktur organisasi HRC saat ini menggabungkan operasi balap roda dua dan roda empat di bawah satu manajemen.

Keputusan tersebut diambil oleh Presiden HRC, Koji Watanabe, pada 2022 untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya dan meningkatkan sinergi antara proyek motorsport Honda.

Namun dalam kondisi saat ini, struktur tersebut justru memunculkan kekhawatiran bahwa sebagian besar fokus teknis dan sumber daya dapat dialihkan untuk menyelesaikan masalah mesin Aston Martin di Formula 1.

Jika itu terjadi, pengembangan motor RC213V berpotensi melambat di tengah persaingan yang semakin ketat di MotoGP.

Baca Juga: Luca Marini Soroti Penurunan Performa Honda di MotoGP, Singgung Pengaruh Marc Marquez

Ancaman bagi Proyek MotoGP 2027

Dampak jangka panjangnya bisa lebih besar karena MotoGP akan memasuki era regulasi baru pada musim 2027.

Regulasi tersebut akan memperkenalkan mesin berkapasitas 850cc untuk menggantikan mesin 1000cc yang digunakan saat ini. Selain itu, sejumlah perubahan teknis juga akan diterapkan, termasuk pembatasan aerodinamika yang lebih ketat serta larangan penuh penggunaan perangkat ride height.

MotoGP juga akan mengganti pemasok ban tunggal dari Michelin ke Pirelli mulai musim 2027.

Perubahan besar tersebut membuat semua pabrikan harus mulai mempersiapkan motor generasi baru sejak sekarang.

Jika Honda kehilangan fokus dalam pengembangan RC213V akibat prioritas pada proyek Formula 1, mereka berisiko tertinggal dari para rival seperti Ducati, Aprilia, dan KTM ketika regulasi baru mulai berlaku.

Honda Berusaha Menjaga Momentum

Meski demikian, Honda tetap berusaha mempertahankan momentum kebangkitan mereka di MotoGP. Performa RC213V yang terus membaik memberi harapan bahwa pabrikan Jepang tersebut dapat kembali bersaing di papan atas dalam waktu dekat.

Baca Juga: Luca Marini: Akan Fantastis Jika Saya dan Fabio Quartararo Satu Tim di Honda

Namun bagaimana HRC membagi fokus antara proyek Formula 1 dan MotoGP dalam beberapa musim ke depan akan menjadi faktor penting yang menentukan masa depan Honda di dua kejuaraan dunia tersebut.