— Pebalap rookie tim Prima Pramac Racing, Toprak Razgatlioglu, mengakui masih menghadapi tantangan besar dalam beradaptasi di ajang MotoGP. Pebalap asal Turki itu kini mendapat bantuan langsung dari legenda MotoGP, Andrea Dovizioso, untuk meningkatkan teknik pengereman di atas motor Yamaha YZR-M1.

Mantan juara dunia Superbike World Championship tersebut menjalani debut akhir pekan balap MotoGP pada seri pembuka musim di Thailand. Perpindahan dari motor produksi massal WorldSBK ke motor prototipe MotoGP membuatnya harus menyesuaikan banyak aspek, mulai dari karakter mesin, elektronik, hingga gaya pengereman.

Razgatlioglu mengungkapkan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memahami sistem engine braking serta menjaga keseimbangan motor saat memasuki tikungan.

“Saya fokus pada engine braking. Pada fase pertama pengereman saya terlalu agresif dan sering membuat roda belakang terkunci,” ujarnya kepada media.

Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Jalani Debut MotoGP di Tengah Ramadan, Hadapi Tantangan Fisik dan Adaptasi Motor

Performa Masih Tertinggal di MotoGP Thailand

Dalam sesi latihan hari pertama MotoGP Thailand di Buriram International Circuit, Razgatlioglu masih kesulitan menemukan performa terbaiknya. Ia tertinggal sekitar 1,8 detik dari catatan waktu tercepat dan menjadi yang paling lambat di antara para pebalap pengguna motor Yamaha.

Ia menilai gaya balap agresif yang selama ini menjadi ciri khasnya di WorldSBK justru menimbulkan masalah pada motor MotoGP, khususnya saat memasuki tikungan (corner entry).

Menurutnya, kehilangan traksi roda belakang saat pengereman membuat motor sulit dikendalikan dan mengganggu stabilitas.

“Kami harus mencari keseimbangan yang lebih baik karena ketika bagian belakang motor kehilangan grip, semuanya menjadi sangat sulit,” jelasnya.

Peran Andrea Dovizioso dalam Proses Adaptasi

Untuk mempercepat proses adaptasi, Yamaha melibatkan Andrea Dovizioso yang berperan sebagai pembimbing teknis. Mantan pebalap Italia tersebut dikenal sebagai salah satu spesialis pengereman terbaik dalam sejarah MotoGP dengan total 15 kemenangan balapan di kelas utama.

Razgatlioglu mengatakan bahwa ia memahami penjelasan Dovizioso secara teori, namun penerapannya di lintasan masih menjadi tantangan besar, terutama saat harus mengikuti pebalap lain dalam kondisi balapan.

“Dovizioso menjelaskan kepada saya bagaimana cara mengerem dan saya mengerti instruksinya. Tapi saat mencoba menerapkannya, terutama ketika mengikuti pebalap lain, saya cenderung kembali agresif dan melakukan kesalahan,” katanya.

Meski demikian, ia mengaku mulai menemukan sedikit peningkatan dan berharap performanya terus berkembang.

Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Diminta Pramac Ubah Gaya Balap demi Adaptasi ke Yamaha M1

Tantangan Ban Michelin dan Gaya Balap Baru

Selain teknik pengereman, Razgatlioglu juga menghadapi tantangan dalam memahami karakter ban Michelin yang digunakan di MotoGP. Ia menyebut bahwa ketika mencoba tampil agresif, roda belakang mudah terkunci sehingga motor keluar dari jalur ideal.

Situasi ini memaksanya menyesuaikan gaya balap tanpa menghilangkan karakter agresif yang selama ini menjadi kekuatannya.

“Saya terbiasa agresif, terutama pada fase awal pengereman. Sekarang saya mencoba beradaptasi tanpa mengubah gaya terlalu banyak. Saya tahu masih butuh waktu,” ujarnya.

Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Ungkap Belum Pahami Ban MotoGP, Akui Perlu Crash untuk Belajar

Peralihan dari WorldSBK ke MotoGP dikenal sebagai salah satu transisi tersulit dalam dunia balap motor karena perbedaan besar pada teknologi motor, sistem elektronik, serta karakter ban.

Razgatlioglu menegaskan bahwa akhir pekan balap di Thailand menjadi bagian penting dari proses pembelajarannya. Dengan dukungan Yamaha dan bimbingan Dovizioso, ia berharap dapat segera memperkecil selisih waktu dan tampil lebih kompetitif sepanjang musim MotoGP.