— Pemain tim nasional Vietnam, Khuat Van Khang, mengandalkan pengalamannya, sementara penyerang Uni Emirat Arab (UEA), Ali Al Memari, menekankan pentingnya fokus menjelang laga perempat final Piala Asia U-23 AFC 2026. Pertandingan penentuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, pada Jumat (16/1/2026).

Ambisi Vietnam dan Pengalaman Khuat Van Khang

Khuat tercatat pernah memperkuat Vietnam pada babak perempat final edisi 2022 dan 2024. Berdasarkan pengalamannya, ia menilai timnya sering kali bermain apik namun harus tersingkir karena faktor konsentrasi di menit-menit krusial.

“Dalam kedua pertandingan itu, tim kami sebenarnya bermain cukup baik, tetapi kami kalah karena hilangnya konsentrasi dan kesalahan yang tidak perlu,” ujar Khuat.

Ia menegaskan bahwa seluruh tim harus memetik pelajaran dari dua kekalahan di masa lalu tersebut. Para pemain Vietnam berkomitmen untuk saling mengingatkan dan mendukung satu sama lain guna meminimalkan kesalahan dan tetap fokus sepanjang laga.

Target Lampaui Prestasi 2018

Vietnam berambisi melampaui pencapaian tim tahun 2018 yang berhasil menjadi runner-up. Khuat menyebut persiapan matang dan motivasi antar-pemain menjadi modal utama setelah mereka menyapu bersih fase grup dengan tiga kemenangan.

“Ini adalah turnamen ketiga saya dan kami akan memberikan yang terbaik untuk memastikan kami melangkah lebih jauh, tetapi itu membutuhkan persiapan yang matang,” tambah Khuat.

Ia menyebut para pemain akan bertarung bersama demi membawa kemuliaan bagi negaranya.

Tekad Uni Emirat Arab Mencetak Sejarah

Di pihak lawan, Ali Al Memari menegaskan bahwa Uni Emirat Arab bertekad mencapai babak semifinal untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Meski mengakui kekuatan Vietnam, Al Memari menyatakan timnya tidak ingin langkah mereka terhenti di babak delapan besar.

“Tentu saja kami senang telah mencapai perempat final, tetapi ini bukan tujuan akhir kami. Insya Allah, kami akan melanjutkan perjalanan kami, dimulai dengan pertandingan besok,” kata Al Memari.

Ia menginstruksikan rekan-rekannya untuk disiplin dalam menerapkan taktik pelatih di atas lapangan. Al Memari sendiri menjadi pemain kunci UEA setelah mencetak dua gol penting di fase grup, termasuk gol pembuka saat menang 2-0 atas Qatar dan gol penyeimbang saat melawan Suriah.

Fokus pada Sistem Gugur

Al Memari menekankan bahwa pendekatan di fase gugur akan sangat berbeda dengan fase grup. Menurutnya, kesuksesan di babak sebelumnya kini sudah ditinggalkan demi fokus sepenuhnya pada pertandingan menghadapi Vietnam.

“Fase grup berbeda dengan pertandingan sistem gugur. Kami tidak lagi melihat fase grup, kami telah menyelesaikan bagian terpenting di sana, dan sekarang fokus kami adalah pertandingan besok,” tuturnya.