Xiaomi resmi menghentikan sementara distribusi pembaruan sistem HyperOS selama sekitar 15 hingga 20 hari. Kebijakan ini membuat pengguna perangkat Xiaomi tidak akan menerima update terbaru hingga awal Maret 2026.

Penghentian sementara tersebut dilakukan seiring berlangsungnya libur panjang Tahun Baru Imlek di China, yang menjadi salah satu periode libur nasional terbesar dan berdampak langsung pada operasional perusahaan teknologi di negara tersebut.

Update HyperOS Dihentikan hingga 3 Maret

Dalam pengumuman resminya, Xiaomi menyebutkan bahwa seluruh aktivitas terkait pengembangan dan distribusi pembaruan sistem dihentikan sementara selama periode libur yang berlangsung mulai 17 Februari hingga 3 Maret 2026.

Selama masa tersebut:

  • Tidak ada pembaruan sistem baru yang dirilis ke publik
  • Pengembangan versi uji internal dihentikan sementara
  • Laporan bug mingguan beserta perbaikannya tidak dipublikasikan
  • Aktivitas operasional tim pengembang diliburkan

Dengan kondisi ini, pengguna perangkat Xiaomi, termasuk lini Xiaomi, Redmi, dan Poco, tidak akan menerima pembaruan sistem baru untuk sementara waktu.

Baca Juga: Xiaomi HyperOS Akan Bawa AI Native, Semua Data Diproses Langsung di Ponsel

Pengembangan Internal Sudah Melambat Sebelum Libur

Menjelang periode libur, Xiaomi dilaporkan telah mulai mengurangi aktivitas pengembangan perangkat lunak sejak empat hingga lima hari sebelumnya. Perusahaan hampir sepenuhnya menghentikan pembuatan build uji internal.

Adapun pembaruan yang saat ini masih didistribusikan ke pengguna merupakan versi sistem yang dikompilasi sekitar dua minggu sebelumnya. Artinya, pengembangan fitur baru maupun perbaikan bug praktis berada dalam kondisi jeda sementara.

Situasi ini membuat komunitas pengguna dan pengembang yang biasanya menantikan pembaruan rutin harus menunggu lebih lama dari biasanya.

Berbeda dengan libur tahun baru di negara Barat yang umumnya berlangsung singkat, Tahun Baru Imlek memiliki nilai budaya yang sangat besar di China. Pada periode ini, perusahaan biasanya memberikan cuti panjang agar karyawan dapat pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.

Tradisi tersebut melibatkan jutaan pekerja dari berbagai sektor, termasuk industri teknologi dan manufaktur. Akibatnya, aktivitas pengembangan produk dan layanan digital di China cenderung melambat selama periode ini.

Selain Xiaomi, sejumlah perusahaan teknologi besar berbasis di China seperti OPPO, Vivo, dan OnePlus juga biasanya menjalankan operasional terbatas selama libur nasional tersebut.

Xiaomi diperkirakan akan kembali menjalankan jadwal pembaruan sistem secara normal setelah masa libur berakhir pada 3 Maret 2026. Aktivitas pengembangan internal, distribusi update perangkat, serta publikasi laporan perbaikan bug akan dilanjutkan secara bertahap.

Bagi pengguna yang menunggu pembaruan sistem terbaru, perusahaan mengimbau untuk bersabar hingga operasional kembali berjalan penuh setelah periode libur nasional berakhir.