— Persaingan di ajang MotoGP dinilai semakin ketat dalam beberapa musim terakhir. Juara dunia dua kali, Francesco Bagnaia, menyebut bahwa balapan di kelas utama kini jauh lebih sulit bagi pembalap tim pabrikan dibandingkan era sebelumnya.

Pembalap andalan Ducati Lenovo Team itu menilai kesetaraan performa motor di grid telah membuat selisih waktu antar pembalap semakin kecil. Akibatnya, kesalahan kecil saja bisa berdampak besar terhadap posisi akhir dalam balapan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bagnaia saat berbicara dalam podcast BSMT, di mana ia menjelaskan bagaimana perubahan teknologi dan distribusi motor pabrikan ke tim satelit telah mengubah wajah kompetisi MotoGP modern.

Baca Juga: Valentino Rossi Turun Tangan Selamatkan Karier Francesco Bagnaia di Tengah Krisis Ducati

Performa Motor Semakin Setara

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pabrikan mulai memberikan motor spesifikasi pabrikan kepada tim satelit mereka. Langkah ini membuat jarak performa antara tim pabrikan dan tim independen semakin menipis.

Pabrikan seperti Aprilia, KTM, Honda, dan Yamaha kini memasok motor spek pabrikan kepada tim satelit.

Hal serupa juga dilakukan oleh Ducati yang memberikan motor spesifikasi pabrikan kepada Alex Marquez dari Gresini Racing serta Fabio Di Giannantonio dari VR46 Racing Team.

Sementara itu, hanya segelintir pembalap yang masih menggunakan motor generasi sebelumnya. Musim ini, misalnya, Franco Morbidelli dan Fermin Aldeguer menggunakan motor spesifikasi lama, namun mesin tersebut sebelumnya juga pernah memenangkan gelar juara dunia.

Kondisi ini membuat hampir seluruh pembalap di grid memiliki peluang yang relatif seimbang untuk bersaing di barisan depan.

Baca Juga: Francesco Bagnaia Akui Ducati Tak Lagi Tercepat, Aprilia Racing Dominasi MotoGP Thailand 2026

Selisih Waktu Antar Pembalap Semakin Tipis

Bagnaia menjelaskan bahwa perbedaan waktu antara pembalap tercepat dan yang berada di posisi belakang kini jauh lebih kecil dibandingkan masa lalu.

Pada seri pembuka musim di Thailand, misalnya, selisih waktu antara peraih pole position Marco Bezzecchi dan pembalap debutan Toprak Razgatlioglu yang menjadi pembalap penuh waktu paling lambat hanya sekitar 1,5 detik.

Dalam kondisi ideal, Bagnaia memperkirakan seluruh pembalap di grid hanya dipisahkan sekitar tujuh hingga delapan persepuluh detik.

Menurutnya, perbedaan kecil tersebut bisa menentukan hasil akhir secara drastis. Jika seorang pembalap kehilangan sepersekian detik di setiap tikungan, mereka berpotensi langsung terlempar ke posisi belakang.

Situasi ini sangat berbeda dengan MotoGP pada era sebelumnya, ketika hanya beberapa pembalap dengan motor pabrikan unggulan yang mampu bersaing di depan.

Pada masa itu, selisih waktu antara pembalap tercepat dan yang paling lambat bahkan bisa mencapai dua hingga tiga detik.

Grid MotoGP Dinilai Paling Kompetitif

Selain kesetaraan teknologi, kualitas pembalap juga dinilai semakin merata. Banyak talenta muda kini tampil di kelas utama dan langsung mampu bersaing dengan para pembalap berpengalaman.

Nama-nama seperti Pedro Acosta disebut sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di dunia balap motor saat ini. Sementara itu, pembalap Jepang Ai Ogura juga datang ke MotoGP dengan status juara dunia Moto2.

Di sisi lain, pembalap berpengalaman seperti Luca Marini dan delapan kali juara dunia Marc Marquez masih menjadi ancaman serius di setiap balapan.

Fakta bahwa sebagian besar pembalap di grid pernah meraih kemenangan di kelas utama menunjukkan tingginya kualitas kompetisi saat ini.

Baca Juga: Bagnaia Ungkap Biang Kerok Performa Buruknya di MotoGP 2025, Terlalu Banyak Intervensi di Garasi

Bagi Bagnaia, kombinasi antara teknologi yang semakin setara dan kualitas pembalap yang merata membuat MotoGP modern menjadi salah satu era paling kompetitif dalam sejarah kejuaraan tersebut.

Pembalap asal Italia itu menegaskan bahwa pembalap tim pabrikan kini tidak lagi memiliki keunggulan besar seperti di masa lalu. Sedikit kesalahan saja dapat membuat mereka langsung terlempar ke barisan tengah dalam persaingan yang sangat ketat.