Ihram.co.id — Mantan juara dunia MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo, melontarkan kritik terbuka kepada Fabio Quartararo menyusul komentar pedas pebalap asal Prancis itu terhadap motor baru Yamaha bermesin V4 di musim MotoGP 2026.
Sorotan ini muncul setelah Yamaha tampil melempem pada seri pembuka di MotoGP Thailand 2026, yang digelar di Sirkuit Internasional Chang, Buriram.
Mengawali era baru dengan prototipe YZR-M1 bermesin V4, Yamaha justru kesulitan bersaing di barisan depan. Keempat pebalap yang didukung pabrikan asal Iwata itu finis di luar posisi kompetitif.
Baca Juga: Raih Hasil Buruk di MotoGP Thailand, Maverick Vinales Nilai Peran Jorge Lorenzo Tak Efektif
Quartararo menjadi pebalap Yamaha terbaik dengan finis di posisi ke-14. Rekan setimnya, Alex Rins, hanya mampu meraih posisi ke-15 atau batas akhir zona poin.
Di tim satelit Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu menyelesaikan lomba di posisi ke-17 pada musim debutnya di kelas premier, sementara Jack Miller finis ke-18.
Hasil tersebut mempertegas bahwa proyek mesin V4 Yamaha masih dalam tahap pengembangan serius, setelah lebih dari dua dekade mempertahankan konfigurasi inline-four yang menjadi identitas mereka.
Lorenzo: Kritik Terlalu Keras Tidak Adil
Dalam wawancara dengan media Italia GPOne, Lorenzo menilai perubahan filosofi teknis sebesar itu tidak bisa langsung membuahkan hasil instan.
“Tidak mungkin mengubah filosofi selama 20 tahun dan langsung kompetitif,” ujar Lorenzo, yang meraih seluruh gelar MotoGP-nya bersama Yamaha pada 2010, 2012, dan 2015.
Namun yang menjadi perhatian utama Lorenzo adalah cara Quartararo menyampaikan ketidakpuasannya ke publik.
“Saya tidak suka kritik yang terlalu keras dari pebalap, terutama Fabio. Menurut saya itu tidak adil, apalagi dia dibayar jutaan setiap tahun,” tegasnya.
Menurut Lorenzo, Yamaha berada di MotoGP bukan hanya untuk mengejar hasil balapan, tetapi juga sebagai sarana promosi global untuk menjual sepeda motor produksi mereka. Kritik terbuka terhadap motor, kata dia, bisa berdampak pada citra merek.
Baca Juga: Fabio Quartararo Keluhkan Arah Pengembangan Motor Yamaha 2026, Akui Performa Masih Jauh dari Harapan
Gaji Fantastis Jadi Sorotan
Quartararo diketahui termasuk salah satu pebalap dengan bayaran tertinggi di grid MotoGP 2026. Nilai kontraknya diperkirakan mencapai £10 juta per tahun atau sekitar USD 12,7 juta (sekitar Rp200 miliar).
Jumlah tersebut hanya kalah dari bayaran Marc Marquez. Besarnya investasi Yamaha kepada Quartararo diyakini menjadi alasan percepatan proyek mesin V4, demi mempertahankan sang juara dunia 2021 itu di tengah ketertarikan pabrikan lain seperti Honda.
Pandangan serupa juga diungkapkan mantan pebalap yang kini menjadi analis, Neil Hodgson, saat siaran langsung balapan Thailand.
Hodgson menilai Quartararo seharusnya lebih sabar dan fokus membantu pengembangan motor, mengingat Yamaha membayarnya bukan hanya untuk balapan, tetapi juga untuk memberikan masukan teknis demi kemajuan tim.
Baca Juga: Neil Hodgson Ingatkan Fabio Quartararo Tetap Profesional di Yamaha Meski Pindah ke Honda Musim Depan
Proyek Jangka Panjang Yamaha
Yamaha saat ini berada dalam fase transisi besar. Adopsi mesin V4 merupakan langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan dari para rival seperti Ducati, KTM, dan Aprilia yang lebih dulu menggunakan konfigurasi tersebut.
Dengan regulasi teknis baru yang akan mulai berlaku pada 2027, Yamaha diperkirakan sedang membangun fondasi jangka panjang agar kembali kompetitif dalam beberapa musim ke depan.
Musim 2026 pun berpotensi menjadi tahun penuh tantangan, bukan hanya dari sisi performa lintasan, tetapi juga dalam menjaga hubungan harmonis antara manajemen dan pebalap andalannya.
Ikuti Ihram.co.id
