Literasi keuangan belum merata bagi siswa penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB). Padahal kemampuan mengelola keuangan dinilai penting untuk mendorong kemandirian dan kualitas hidup mereka di masa depan.
Fakta itu disampaikan dalam lokakarya literasi keuangan inklusif bertajuk SmartMoneyTalksABLE yang digelar sebagai puncak rangkaian Global Community Day (GCD) 2026, Kamis (18/6/2026), di Jakarta.
“Literasi keuangan belum banyak menyentuh siswa sekolah SLB. Kita harus bersama-sama melakukan literasi keuangan, minimal anak punya rekening. Sampai dengan saat ini untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK, sudah 100% tersentuh literasi keuangan, tetapi untuk SLB belum,” kata Fitrianti, Kepala Subkelompok Pengembangan Peserta Didik dan Karakter (PDPK), Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.
Fitrianti menyambut baik kolaborasi penyelenggara dalam menghadirkan pendidikan finansial yang inklusif. “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyambut baik kolaborasi antara Citi Indonesia dan YCAB Foundation dalam menghadirkan pendidikan finansial yang inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas. Literasi keuangan merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi muda untuk mendukung kemandirian mereka di masa depan. Melalui lokakarya, kami berharap semakin banyak peserta didik yang memperoleh akses terhadap kesempatan belajar yang setara, relevan, dan berkualitas,” ujarnya.
Peserta Dan Metode Pembelajaran
Peserta lokakarya berasal dari siswa SMP dan SMA dari sejumlah SLB di DKI Jakarta, termasuk WAFCAI (Yayasan Kursi Roda dan Pusat Persahabatan Asia Indonesia), SLBN 8 Jakarta Utara, dan SLBN 9 Jakarta. Kegiatan bertujuan memperluas akses pendidikan finansial sebagai fondasi kemandirian.
Metode yang digunakan berbeda dari pembelajaran konvensional. Panitia mengedepankan studi kasus interaktif dan diskusi kelompok, di mana peserta bekerja dalam tim menyelesaikan masalah keuangan dan mempresentasikan solusi di hadapan juri.
Acara juga menampilkan Happy Hour Booth berisi permainan edukatif dan pengalaman Virtual Reality (VR) untuk memperkuat konsep keuangan secara menyenangkan dan inklusif.
Keterlibatan Relawan Dan Program Lain
Citi Volunteers—relawan karyawan Citi—terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan sehingga peserta berkesempatan belajar dari para profesional yang membagikan pengalaman praktis tentang pengelolaan keuangan.
Sebelumnya dalam GCD 2026 telah diselenggarakan dua program lain pada bulan Juni. Pertama, Digital Hustle, Financial Muscle, pertemuan tatap muka yang membekali puluhan peserta dengan keterampilan mengelola keuangan bagi pekerja dan calon pekerja berpendapatan tidak tetap, termasuk pengelolaan dana darurat dan investasi dasar.
Kedua, pelatihan daring bertema Building Resilient Financial Futures yang fokus pada pengaturan arus kas dan mitigasi risiko keuangan bagi ratusan peserta di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Alasan Dan Harapan
Country Head of Public Affairs Citi Indonesia, Hario Widyananto, menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam membekali generasi muda literasi keuangan. “Sebagai bank global, perayaan tahunan Global Community Day merupakan komitmen berkelanjutan Citi untuk berkontribusi secara positif kepada komunitas di mana kami berada sekaligus mendorong kemajuan ekonomi yang inklusif di Indonesia. Citi bangga dapat menyelenggarakan lokakarya literasi keuangan #SmartMoneyTalksABLE bersama YCAB Foundation untuk membantu generasi muda, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, mengembangkan literasi keuangan mereka sehingga dapat berpartisipasi lebih luas untuk membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Hario.
Linda Sukandar, Chief Operating Officer YCAB Foundation, menegaskan tujuan membuka akses pembelajaran yang setara. “Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi YCAB Foundation dan Citi Indonesia untuk memperluas akses pendidikan finansial yang inklusif bagi generasi muda. Melalui lokakarya ini, kami berharap remaja penyandang disabilitas dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan finansial yang dapat mendukung kemandirian mereka, sekaligus membangun kepercayaan diri untuk berkembang dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan ekonomi,” ujar Linda.
Dalam konteks lebih luas, isu kesenjangan peluang kerja bagi pemuda tetap menjadi tantangan. Data International Labour Organization (ILO) menyebut ada puluhan juta anak muda di dunia yang belum bekerja. Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran sekitar 7,26 juta per Februari 2025, di mana hampir setengahnya adalah pemuda, termasuk perempuan.
Lokakarya ini diharapkan menjadi salah satu upaya memperkecil kesenjangan tersebut dengan memberikan keterampilan finansial sejak dini bagi kelompok yang selama ini kurang tersentuh program literasi.
Ikuti Ihram.co.id
