Survei Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) menunjukkan bahwa figur Kaesang Pangarep memberi kontribusi signifikan terhadap citra Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hasil itu menyatakan citra positif PSI bukan semata karena kedekatan dengan Presiden Joko Widodo, melainkan juga karena daya tarik Kaesang sebagai representasi generasi muda.

Temuan ini dipaparkan Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas, saat merilis hasil survei nasional bertajuk “Pengaruh Sosok Jokowi terhadap Citra Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Pandangan Masyarakat” di Semanggi, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Fernando mengatakan kedua figur tersebut, Jokowi dan Kaesang, saling memperkuat dalam membentuk citra PSI sebagai partai anak muda yang diasosiasikan dengan politik Jokowi.

Menurut data survei, 69,7 persen responden menilai kepemimpinan Kaesang dapat memperkuat citra PSI sebagai partai yang dekat dengan Jokowi. Sebanyak 68,2 persen responden mengakui ketertarikan mereka terhadap PSI turut dipengaruhi oleh figur Kaesang.

Temuan lain menunjukkan 72 persen responden tertarik pada Kaesang karena dinilai mewakili generasi muda. Selain itu, 65 persen menilai Kaesang membuat PSI lebih dikenal, dan 61 persen menganggap Kaesang membawa semangat pembaruan dalam politik.

— “Menariknya, alasan utama yang menyukai Kaesang bukan semata statusnya, sebagai putra Jokowi melainkan karena ia dianggap mewakili generasi muda. Jadi, figur Kaesang dinilai dapat memperluas jangkauan pengenalan publik terhadap PSI, serta dapat membawa semangat pembaruan,” ujar Fernando Emas.

Survei LPI juga mencatat pengaruh signifikan sosok Jokowi terhadap citra dan tingkat kepercayaan publik terhadap PSI. Sebanyak 70,2 persen responden menilai kedekatan PSI dengan Jokowi dapat meningkatkan citra positif partai, sementara 77,8 persen menyatakan Jokowi memengaruhi dukungan masyarakat terhadap PSI.

Meski demikian, Fernando menegaskan efek citra positif Jokowi dan Kaesang belum terkonversi menjadi peningkatan elektabilitas yang signifikan untuk PSI. Menurut hasil survei, elektabilitas PSI berada di angka 1,9 persen.

Angka tersebut berada di bawah PPP yang tercatat 2,8 persen dan sedikit berbeda dari Partai Perindo yang 1 persen. Elektabilitas PSI juga masih jauh dari ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Fernando menyatakan temuan ini menjadi tantangan bagi PSI karena loyalitas terhadap Jokowi belum mendorong perpindahan pilihan ke PSI dalam jumlah signifikan.

“Karena itu, modal citra dari sosok Jokowi ini perlu segera dikonversi menjadi program kerja yang konkret dan substansi politik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Jika tidak, popularitas yang menyertai nama Jokowi berisiko hanya menjadi citra di permukaan tanpa pernah benar-benar berubah menjadi suara di kotak pemilu,” kata Fernando.

Metode Survei

Survei LPI digelar secara daring di 32 provinsi pada 10–17 Juni 2026 terhadap 1.922 responden. Populasi survei adalah warga negara Indonesia usia 17 tahun ke atas atau yang telah memiliki hak pilih, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

Margin of error survei sebesar ±2,54 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel diambil menggunakan metode multistage random sampling dengan teknik stratified quota sampling berdasarkan wilayah, jenis kelamin, kelompok usia, dan pendidikan untuk mendekati karakteristik populasi.