— Mantan bos tim MotoGP, Livio Suppo, menilai musim MotoGP 2026 menjadi periode penting bagi Francesco Bagnaia untuk membuktikan kualitasnya sebagai pembalap. Menurut Suppo, pembalap asal Italia tersebut perlu menunjukkan bahwa dua gelar juara dunia yang diraihnya bukan semata-mata karena keunggulan motor Ducati.

Pernyataan tersebut muncul setelah Bagnaia memulai musim 2026 dengan hasil yang kurang memuaskan pada seri pembuka di Buriram, Thailand.

Baca Juga: Francesco Bagnaia: MotoGP Sekarang Jauh Lebih Sulit bagi Pembalap Pabrikan

Awal Musim 2026 yang Sulit

Bagnaia datang ke Grand Prix Thailand dengan rasa percaya diri tinggi setelah tampil cukup menjanjikan pada tes pramusim di Sepang. Saat itu, pembalap tim Ducati Lenovo Team tersebut mengaku menemukan kembali kepercayaan diri terhadap bagian depan motor Desmosedici.

Namun performa tersebut tidak berlanjut saat memasuki akhir pekan balapan di Sirkuit Chang, Buriram. Bagnaia gagal langsung lolos ke sesi kualifikasi kedua setelah tersingkir di Q1.

Start dari posisi ke-13 membuatnya kesulitan bersaing di barisan depan. Baik dalam sprint race maupun balapan utama, Bagnaia hanya mampu finis di posisi kesembilan setelah tidak berhasil melakukan banyak manuver untuk naik posisi.

Performa Ogura Jadi Pembanding

Menurut Suppo, hasil yang diraih Bagnaia di Thailand terasa kurang maksimal jika dibandingkan dengan performa pembalap lain yang mampu bangkit dari posisi start belakang.

Salah satu contoh yang ia soroti adalah penampilan impresif Ai Ogura dari tim Trackhouse Racing. Pembalap Jepang tersebut memulai balapan dari posisi kedelapan, namun mampu tampil agresif dan meraih hasil yang jauh lebih kompetitif.

Ogura berhasil finis keempat pada sprint race dan menempati posisi kelima pada balapan utama menggunakan motor Aprilia RS-GP.

Dalam balapan utama, Ogura bahkan sempat mendekati pembalap papan atas seperti Jorge Martin, menunjukkan bahwa pembalap yang memiliki kecepatan balap dapat tetap bersaing meski memulai lomba dari posisi kurang ideal.

Baca Juga: Ai Ogura Kecewa Meski Finis 5 Besar di MotoGP Thailand 2026: “Start Saya Sangat Buruk”

Tekanan Rumor Transfer

Suppo juga menilai bahwa rumor mengenai masa depan Bagnaia mungkin turut memengaruhi performanya di awal musim.

Dalam beberapa pekan terakhir, muncul spekulasi bahwa Ducati tengah mempertimbangkan susunan pembalap baru untuk musim 2027. Salah satu rumor yang beredar menyebut bahwa Pedro Acosta berpeluang bergabung dengan Ducati untuk menjadi rekan setim Marc Marquez.

Di sisi lain, Bagnaia sendiri dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan Aprilia mulai musim 2027. Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait rumor tersebut.

Situasi tersebut membuat masa depan Bagnaia di Ducati menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan di paddock MotoGP.

Musim Pembuktian bagi Bagnaia

Terlepas dari rumor transfer yang beredar, Suppo menilai musim 2026 akan menjadi tahun pembuktian bagi Bagnaia.

Pembalap yang akrab disapa Pecco tersebut sebelumnya meraih gelar juara dunia MotoGP pada 2022 dan 2023, serta selalu menjadi kandidat kuat perebutan gelar dalam periode 2021 hingga 2024.

Namun performanya pada musim 2025 dinilai tidak sekuat sebelumnya. Bagnaia bahkan hanya mampu mengakhiri musim di posisi kelima klasemen setelah mengalami kesulitan beradaptasi dengan perkembangan motor Ducati generasi terbaru.

Karena itu, Suppo berharap Bagnaia bisa segera menemukan kembali performa terbaiknya.

Menurutnya, meskipun Ducati memiliki keunggulan teknis pada periode tersebut, Bagnaia tetap mampu mengalahkan pembalap Ducati lainnya saat meraih dua gelar dunia.

Baca Juga: Bagnaia Ungkap Biang Kerok Performa Buruknya di MotoGP 2025, Terlalu Banyak Intervensi di Garasi

“Memang benar Ducati memiliki keunggulan teknis saat itu, tetapi Bagnaia tetap lebih kuat dari pembalap Ducati lainnya,” ujar Suppo.

Ia pun yakin bahwa Bagnaia masih merupakan salah satu pembalap tercepat di grid MotoGP saat ini dan hanya perlu waktu untuk kembali menemukan ritme balapnya.