Ihram.co.id — Pembalap Honda, Luca Marini, menilai debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP tak akan langsung bersinar. Menurutnya, musim 2026 kemungkinan besar menjadi tahun transisi bagi rider asal Turki tersebut, bahkan ia menyebut Razgatlioglu mungkin baru benar-benar kompetitif pada 2027.
Razgatlioglu menjalani debut MotoGP bersama tim satelit Yamaha, Pramac Racing, pada Grand Prix Thailand di Sirkuit Buriram akhir pekan lalu. Ia finis di posisi ke-17, menjadi pembalap Yamaha ketiga dari empat rider yang turun balap. Hanya rekan setimnya, Jack Miller, yang finis di belakangnya di posisi ke-18.
Baca Juga: Meski Tanpa Poin, Debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP Thailand 2026 Tuai Pujian
Adaptasi Berat dari WSBK ke MotoGP
Yamaha akhirnya berhasil memboyong Razgatlioglu dari ajang World Superbike (WSBK) dengan kontrak pabrikan berdurasi dua tahun untuk membela Pramac. Ia datang ke MotoGP setelah meraih gelar juara dunia WSBK ketiganya, menutup delapan musim kariernya di kejuaraan motor produksi massal tersebut.
Namun, peralihan dari motor Superbike ke prototipe MotoGP terbukti tidak mudah. Selain harus beradaptasi dengan karakter motor Yamaha YZR-M1 versi terbaru bermesin V4, Razgatlioglu juga menghadapi perbedaan signifikan dalam posisi berkendara, sistem elektronik, serta karakter ban.
Marini menilai tantangan terbesar justru datang dari aspek teknis yang tidak bisa diadaptasi secara instan.
“Dia melakukan hal yang sangat baik dengan datang ke MotoGP. Di Superbike, dia menunjukkan kekuatan luar biasa dan menang dengan cara spektakuler,” ujar Marini seperti dikutip GPOne.
“Tapi tahun ini akan menjadi masa transisi. MotoGP sangat berbeda.” lanjutnya.
Faktor Regulasi dan Ban Jadi Kunci 2027
MotoGP dijadwalkan melakukan perubahan regulasi besar mulai 2027. Mesin akan dipangkas menjadi 850cc, perangkat ride height device dilarang, dan aerodinamika dibatasi lebih ketat. Selain itu, pemasok ban tunggal akan berganti dari Michelin ke Pirelli.
Perubahan ban ini dinilai Marini bisa menjadi keuntungan bagi Razgatlioglu. Pasalnya, pembalap 29 tahun itu sangat familiar dengan ban Pirelli setelah menggunakannya selama delapan musim di WSBK, sedangkan ia masuk ke MotoGP tanpa pengalaman balap menggunakan ban Michelin.
“Dengan perubahan ban tahun depan, dia bisa menjadi kompetitif lagi dan bersenang-senang,” kata Marini.
Pernyataan tersebut sejalan dengan komentar Razgatlioglu saat tes pramusim di Sepang, ketika ia mengaku sempat merasa frustrasi karena kesulitan memahami karakter M1.
Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Ungkap Belum Pahami Ban MotoGP, Akui Perlu Crash untuk Belajar
Debut Thailand Tunjukkan Sinyal Positif
Meski finis di luar zona poin pada balapan utama, performa Razgatlioglu tidak sepenuhnya mengecewakan. Ia hanya terpaut 8,371 detik dari pembalap Yamaha terbaik di Buriram, Fabio Quartararo, yang finis di posisi ke-14. Sementara dengan Alex Rins di posisi ke-15, jaraknya 6,239 detik.
Adapun Miller tertinggal 8,654 detik dari Razgatlioglu setelah mengalami degradasi ban belakang berlebihan—masalah yang juga memengaruhi performa sang rookie.
Sprint Race di Buriram justru memberi secercah harapan. Razgatlioglu sempat bertarung untuk menjadi Yamaha terbaik sebelum terjatuh dua lap jelang finis. Kecepatannya dalam format balapan singkat menunjukkan potensi yang bisa berkembang seiring adaptasi.
Tantangan Besar Menuju Konsistensi
Manajemen Yamaha melalui direktur pelaksana Paolo Pavesio menyebut debut Razgatlioglu sebagai langkah awal yang positif, mengingat jaraknya dengan pembalap pabrikan tidak terlalu jauh. Namun, konsistensi dan pemahaman ban masih menjadi pekerjaan rumah utama.
Jika mengikuti pandangan Marini, musim 2026 kemungkinan besar akan menjadi fase pembelajaran intensif. Sementara MotoGP 2027, dengan regulasi dan ban baru, bisa menjadi titik balik bagi Razgatlioglu untuk benar-benar menikmati persaingan di kelas prototipe.
Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Belajar Teknik Pengereman dari Andrea Dovizioso
Bagi sang juara dunia Superbike, perjalanan di MotoGP baru saja dimulai—dan tantangan sesungguhnya mungkin baru akan terlihat dua tahun ke depan.
Ikuti Ihram.co.id
