Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penyelesaian 93 Sekolah Rakyat yang ditargetkan sudah berfungsi pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Program ini bagian dari rencana bertahap menghadirkan satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten, dengan target mencapai sekitar 500 sekolah pada 2029, kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
“Kita berharap 93 Sekolah Rakyat yang sedang dibangun saat ini dapat fungsional seluruhnya pada tahun ajaran baru Juli 2026. Ini akan menjadi awal beroperasinya Sekolah Rakyat yang dibangun secara penuh oleh Kementerian PU untuk mendukung pemerataan pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia,” ujar Dody.
Peninjauan Proyek Banyuwangi
Selama kunjungan ke lokasi Sekolah Rakyat Jawa Timur 4 di Kecamatan Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Dody mengatakan progres pembangunan sudah mendekati 80 persen.
“Total luas areanya 6,8 hektare. Kita sedang berupaya agar bisa selesai akhir Juni karena sebenarnya tinggal sedikit pekerjaan di bagian belakang,” kata Dody saat meninjau, Senin (15/6).
Mitigasi dan Keamanan Lokasi
Menteri Dody menegaskan aspek keamanan kawasan menjadi perhatian karena lokasi sekolah berada di dekat sungai. Beberapa langkah mitigasi telah diterapkan untuk melindungi bangunan dan fasilitas dari potensi banjir.
“Ada beberapa treatment khusus yang dilakukan. Sudah dipasang bronjong dan nanti akan ditambah lagi dinding penahan air. Jadi kalau misalnya terjadi banjir besar dan air tetap melimpas, masih ada perlindungan tambahan sehingga tidak menghantam bangunan, termasuk rusun guru,” kata Dody.
Langkah Percepatan Penyelesaian
Untuk mengejar target penyelesaian, Kementerian PU bersama penyedia jasa menyiapkan langkah percepatan, antara lain penambahan tenaga kerja, percepatan pengiriman material utama, serta pelaksanaan pekerjaan secara paralel pada arsitektur, MEP, dan penataan kawasan.
“Memang masalah di sini yang utama sebenarnya pekerja, makanya saya minta kepada penyedia jasa untuk menambah pekerjanya. Kalau sudah posisi seperti ini tidak bisa hanya 600 atau 700 orang. Paling tidak 900 sampai 1.000 orang sehingga progresnya bisa terlihat melompat. Nanti akan dimonitor oleh teman-teman Cipta Karya dan Prasarana Strategis,” ujar Dody.
Fasilitas dan Nilai Kontrak
Kawasan Sekolah Rakyat Banyuwangi dilengkapi fasilitas lengkap, meliputi gedung SD, SMP, dan SMA; asrama putra dan putri; rumah susun guru; gedung serbaguna; masjid; kantin; guest house; dapur; rumah pompa; rumah genset; serta lapangan basket, lapangan upacara, dan lapangan sepak bola berstandar penuh.
Nilai kontrak pembangunan Sekolah Rakyat tersebut sebesar Rp219,59 miliar, dilaksanakan Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Timur melalui penyedia jasa Nindya – Modern KSO.
Tujuan Program
Dody menyatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Semua Sekolah Rakyat yang dibangun oleh Bapak Presiden standarnya adalah sekolah internasional. Beliau ingin memuliakan adik-adik kita dari keluarga prasejahtera dengan menyediakan sekolah yang megah dan berkualitas. Mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga asrama, makan, seragam, sepatu, hingga laptop. Harapannya adalah memutus rantai kemiskinan ekstrem dan menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Dody.
Ikuti Ihram.co.id
