— Mantan pemain Tottenham Hotspur, Jamie O’Hara, mendesak manajemen klub untuk segera memecat manajer Thomas Frank menyusul rentetan hasil negatif di Liga Inggris. Desakan ini muncul setelah The Lilywhites menelan kekalahan 1-2 dari West Ham United pada pertandingan akhir pekan lalu.

Catatan Buruk Thomas Frank Bersama Tottenham Hotspur

Thomas Frank didatangkan Spurs pada awal musim ini setelah performa impresifnya bersama Brentford. Namun, pelatih asal Denmark tersebut dinilai gagal mereplikasi kesuksesan tersebut di London Utara. Dari 32 pertandingan yang telah dijalani, Spurs tercatat lebih banyak menelan kekalahan dibandingkan meraih kemenangan.

Statistik menunjukkan Frank hanya mampu membawa Spurs meraih 11 kemenangan. Sementara itu, dalam 21 laga lainnya, tim asuhannya mencatatkan sembilan hasil imbang dan 12 kali kalah. Hasil ini menempatkan Spurs di posisi ke-14 klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi 27 poin, hanya terpaut 10 angka dari West Ham yang berada di zona merah.

Kritik Pedas Jamie O’Hara

Kekalahan dari West Ham United menjadi puncak kekesalan Jamie O’Hara. Berbicara kepada Talksport, ia menyatakan sudah tidak lagi menaruh kepercayaan kepada Thomas Frank untuk memimpin skuad Tottenham.

“Saya cukup, saya sudah selesai sebagai pendukung Tottenham. Saya cukup dengan Frank. Saya selesai dengan tim ini,” ujar O’Hara.

O’Hara bahkan melabeli skuad saat ini sebagai tim terburuk yang pernah ia lihat sepanjang sejarah klub di Premier League. Menurutnya, Frank tidak mampu memaksimalkan potensi para pemain yang ada di dalam tim.

“Ini tim Tottenham terburuk yang pernah saya lihat di Premier League. Dia tak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Ini waktunya dia pergi. Anda tak bisa kalah dari tim West Ham ini. Mereka adalah salah satu yang paling jelek yang kita lihat di Premier League… dan kami kalah 1-2 dari mereka,” tambahnya.

Xabi Alonso Jadi Manajer Impian

Sebagai pengganti, O’Hara menyebut nama Xabi Alonso sebagai kandidat ideal. Alonso sendiri baru saja meninggalkan posisinya sebagai juru taktik Real Madrid karena dilaporkan tidak bisa menguasai ruang ganti hingga harus berpisah jalan dengan Los Blancos.

Meski menyadari peluang mendatangkan Alonso cukup sulit, O’Hara tetap berharap manajemen Spurs bisa melakukan langkah nyata untuk memperbaiki kondisi tim. “Di angan-angan, saya akan mengatakan Xabi Alonso. Tapi, saya rasa, kami tak akan mendapatkannya… saya tak bilang bahwa kami akan mendapatkannya, tapi saya tak yakin apa yang menjadi jawabannya,” pungkas O’Hara.