Ihram.co.id — Yamaha Factory Racing mulai menyusun strategi besar untuk menghadapi MotoGP 2027 dengan menargetkan duet baru yang dipimpin oleh Jorge Martin. Di tengah dinamika bursa pebalap yang semakin panas, nama Toprak Razgatlioglu disebut tidak masuk dalam daftar prioritas utama untuk mengisi kursi tim pabrikan.
Langkah ini diambil menyusul kabar kepindahan Fabio Quartararo yang dikabarkan akan bergabung dengan Repsol Honda Team mulai musim 2027. Kontrak Quartararo bersama Yamaha berakhir pada akhir 2026 dan juara dunia 2021 itu disebut telah menyepakati kontrak dua tahun dengan Honda.
Kepergian Quartararo memaksa pabrikan Iwata bergerak cepat mencari sosok pengganti sekaligus membangun ulang fondasi tim untuk era regulasi baru.
Baca Juga: Yamaha Terpuruk di MotoGP Thailand 2026, Awal Musim Terburuk dalam Sejarah Modern
Martin Jadi Target Utama Yamaha
Yamaha menjadikan Jorge Martin sebagai target utama untuk memimpin proyek kebangkitan mereka. Martin, yang saat ini membela Aprilia Racing hingga akhir 2026, dilaporkan menjadi kandidat terkuat untuk bergabung dengan Yamaha dengan kontrak berdurasi dua tahun mulai 2027.
Manajemen Yamaha melihat Martin sebagai pebalap dengan karakter agresif dan konsisten yang sesuai dengan ambisi mereka kembali bersaing di barisan depan. Dengan regulasi teknis baru MotoGP 2027 yang menurunkan kapasitas mesin dari 1.000cc menjadi 850cc serta membatasi perangkat aerodinamika, Yamaha ingin memastikan mereka memiliki pemimpin proyek yang kompetitif sejak awal era baru.
Toprak Tidak Jadi Prioritas Promosi
Meski Toprak Razgatlioglu telah menandatangani kontrak dua tahun untuk pindah ke MotoGP bersama tim satelit Pramac mulai 2026 dengan status kontrak pabrikan hingga 2027, laporan terbaru menyebut peluangnya dipromosikan ke tim utama cukup kecil.
Yamaha disebut lebih memprioritaskan opsi lain ketimbang langsung memindahkan Razgatlioglu ke skuad pabrikan. Performa dan adaptasinya di musim debut MotoGP 2026 akan tetap menjadi faktor penting, namun untuk saat ini namanya belum berada di posisi teratas dalam rencana duet Martin.
Luca Marini dan Opsi Bintang Moto2
Selain Martin, Yamaha juga membuka komunikasi dengan Luca Marini yang saat ini membela Honda. Bahkan, Direktur Teknis Yamaha, Max Bartolini, terlihat berbincang langsung dengan Marini dan agennya di paddock MotoGP Thailand, memperlihatkan keseriusan pendekatan tersebut.
Dalam pertemuan itu, Yamaha memaparkan rencana pengembangan mesin V4 terbaru mereka serta proyek motor 850cc untuk 2027. Yamaha menyadari bahwa mereka masih menghadapi tantangan besar setelah performa kurang kompetitif dalam beberapa musim terakhir, termasuk hasil kurang memuaskan pada GP Thailand di Buriram.
Namun Marini menegaskan dirinya masih bernegosiasi dengan Honda untuk perpanjangan kontrak.
“Sejujurnya, saya belum melihat apa pun. Kami sedang berbicara dengan Honda untuk memperbarui kontrak karena saya percaya pada proyek ini,” ujar Marini.
Selain Marini, Yamaha juga mempertimbangkan merekrut talenta muda dari Moto2. Strategi ini pernah sukses ketika mereka memberi kesempatan kepada Quartararo pada 2019, yang kemudian berkembang menjadi juara dunia.
Baca Juga: Proyek V4 Gagal Total di MotoGP Thailand 2026? Yamaha Dikabarkan Ingin Kembali ke Mesin Lama
MotoGP 2027 diprediksi menjadi titik balik besar dalam persaingan, seiring perubahan regulasi teknis dan potensi perombakan line-up di hampir semua tim pabrikan. Selain Quartararo dan Martin, sejumlah nama besar lain juga akan habis kontrak pada akhir 2026.
Bagi Yamaha, keputusan menentukan tandem Jorge Martin akan menjadi langkah krusial dalam membangun kembali daya saing mereka. Apakah akan memilih pengalaman seperti Marini atau bertaruh pada bintang muda Moto2, satu hal yang jelas: Toprak Razgatlioglu untuk saat ini bukan prioritas utama dalam proyek tim pabrikan 2027.
Ikuti Ihram.co.id
