Ihram.co.id — Tim pabrikan Jepang, Yamaha Factory Racing menjalani awal musim MotoGP 2026 dengan hasil mengecewakan setelah tampil jauh dari kompetitif pada seri pembuka di Sirkuit Buriram, Thailand. Performa buruk tersebut bahkan membuat Yamaha mengambil langkah tidak biasa dengan membatalkan sesi wawancara pembalap usai balapan.
Hasil di Thailand menjadi sinyal kuat bahwa Yamaha masih menghadapi krisis performa serius, meski tengah menjalankan proyek pengembangan motor baru demi mengembalikan daya saing di kelas premier.
Baca Juga: Hasil MotoGP Thailand 2026: Marco Bezzecchi Juara, Marc Marquez Alami Masalah Ban
Hasil Terburuk Yamaha di Era Modern MotoGP
Yamaha gagal menunjukkan performa kompetitif sepanjang akhir pekan MotoGP Thailand 2026. Motor YZR-M1 mengalami kesulitan di berbagai aspek, mulai dari kecepatan maksimum, traksi ban belakang, hingga kelincahan motor saat memasuki tikungan.
Pembalap andalan Yamaha, Fabio Quartararo, menjadi wakil terbaik tim dengan menempati posisi ke-16 saat kualifikasi. Ia terpaut hampir 0,9 detik dari pembalap tercepat di sesi Q1 dan gagal bersaing untuk posisi start terdepan.
Dalam balapan utama, Quartararo hanya mampu finis di posisi ke-14. Ia tertinggal lebih dari 30 detik dari pemenang lomba, Marco Bezzecchi, yang tampil dominan bersama Aprilia.
Secara keseluruhan, empat pembalap Yamaha mengakhiri balapan di posisi ke-14, ke-15, ke-17, dan ke-18. Hasil tersebut disebut sebagai start musim terburuk Yamaha dalam era modern MotoGP.
Perbedaan performa juga terlihat dari catatan waktu putaran. Rata-rata waktu lap Quartararo berada lebih dari satu detik lebih lambat dibandingkan pemimpin lomba di salah satu sirkuit terpendek dalam kalender MotoGP, menandakan kesenjangan kompetitif yang signifikan.
Motor M1 Belum Kompetitif, Proyek V4 Jadi Harapan
Yamaha saat ini tengah mengembangkan proyek mesin V4 sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk kembali bersaing di papan atas. Langkah ini menandai perubahan besar setelah bertahun-tahun menggunakan mesin inline-four yang terakhir mengantarkan gelar juara dunia pada 2021.
Namun hingga seri Thailand, pengembangan tersebut belum memberikan peningkatan performa signifikan. Motor M1 tercatat sebagai yang paling lambat di speed trap serta mengalami masalah grip ban belakang yang memengaruhi akselerasi dan stabilitas.
Manajemen Yamaha sebelumnya memang menilai paruh pertama musim 2026 sebagai fase pengujian dan pengembangan intensif. Meski demikian, hasil di Buriram menunjukkan proses tersebut masih jauh dari target yang diharapkan.
Baca Juga: Fabio Quartararo Keluhkan Arah Pengembangan Motor Yamaha 2026, Akui Performa Masih Jauh dari Harapan
Masalah Teknis dan Ketidakpuasan Pembalap
Krisis performa Yamaha sudah terlihat sejak tes pramusim di Sepang, ketika tim mengalami sejumlah kendala mekanis yang membuat waktu pengujian berkurang.
Frustrasi terhadap performa motor juga sempat disampaikan Quartararo selama tes pramusim di Buriram. Rekan setimnya, Alex Rins, turut menunjukkan ketidakpuasan terhadap arah pengembangan motor, menandakan tekanan internal dalam tim.
Quartararo bahkan menyebut tim belum memiliki arah pengembangan yang jelas dan tidak mengharapkan pembaruan mesin baru dalam waktu dekat, memperkuat kekhawatiran mengenai daya saing Yamaha musim ini.
Baca Juga: Alex Rins Rela Korbankan Motor untuk Quartararo, Yamaha Kejar Pengembangan V4
Yamaha Batalkan Sesi Media Pembalap
Usai balapan di Buriram, Yamaha mengambil langkah tidak biasa dengan meniadakan sesi wawancara pembalap dan menggantikannya dengan pernyataan manajemen tim.
Biasanya pembalap dapat melewatkan sesi media karena jadwal penerbangan pada seri luar negeri. Namun keputusan pabrikan menahan pembalap dari media jarang terjadi dan sering mencerminkan situasi internal yang sensitif.
Direktur Yamaha, Paolo Pavesio, menjelaskan bahwa tim menyadari kesenjangan besar dengan para rival dan masih berupaya memahami kelemahan motor.
Ia menegaskan tidak ada solusi instan untuk mengatasi masalah performa dan Yamaha menghadapi tantangan besar untuk kembali bersaing di barisan terdepan.
Mengingat Krisis Yamaha di Masa Lalu
Situasi Yamaha saat ini mengingatkan pada periode sulit yang pernah dialami tim pada 2017, ketika manajemen Yamaha secara terbuka meminta maaf atas performa tim di hadapan media, sementara Valentino Rossi dan Maverick Viñales menunggu sesi wawancara.
Yamaha membutuhkan waktu hingga lima musim setelah periode tersebut untuk kembali meraih gelar juara dunia MotoGP.
Setelah hasil buruk di Thailand 2026, peluang Yamaha untuk kembali ke puncak dalam waktu dekat dinilai masih menjadi tantangan besar.
Baca Juga: Meski Tanpa Poin, Debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP Thailand 2026 Tuai Pujian
Hasil MotoGP Thailand menunjukkan Yamaha menghadapi jalan panjang untuk kembali kompetitif di kelas premier. Dengan kesenjangan performa yang besar dan arah pengembangan yang belum sepenuhnya jelas, musim 2026 berpotensi menjadi periode transisi berat bagi pabrikan asal Jepang tersebut.
Yamaha kini dituntut mempercepat pengembangan motor serta menemukan solusi teknis agar mampu bersaing dengan pabrikan seperti Ducati dan Aprilia yang tampil lebih kompetitif sejak awal musim.
Ikuti Ihram.co.id
