Penurunan harga emas baru-baru ini belum cukup menghidupkan kembali permintaan fisik di Asia. Meski harga terkoreksi, konsumen dan investor di pasar besar seperti India dan China cenderung menahan diri karena ketidakpastian dan volatilitas.

Di India, harga domestik turun ke level terendah lebih dari dua bulan pada Jumat (19/6/2026), tercatat 146.252 rupee per 10 gram atau sekitar Rp 27,55 juta (kurs Rp 188,4 per rupee). Penurunan ini belum secara signifikan mendorong pembelian besar-besaran.

Diskon Lebih Dalam, Pembeli Masih Waspada

Pekan ini dealer di India menawarkan diskon hingga US$ 54 per ons terhadap harga resmi domestik, yang sudah termasuk bea masuk 15% dan pajak penjualan 3%. Tingkat diskon ini lebih besar dibanding pekan sebelumnya yang mencapai US$ 35 per ons.

“Koreksi harga memang membantu menarik kembali pembeli. Namun volatilitas yang masih tinggi membuat sebagian konsumen memilih menunggu tren harga yang lebih pasti,” kata seorang pelaku usaha perhiasan di Ahmedabad.

Seorang pedagang bullion di Mumbai menyebut permintaan untuk tujuan investasi relatif lemah dalam beberapa pekan terakhir, meski sejumlah toko perhiasan mulai menambah persediaan untuk mengantisipasi kemungkinan pemulihan.

“Permintaan investasi masih lemah, tetapi para jeweller mulai membangun stok,” ujarnya.

China: Dari Premi Berubah Jadi Diskon

Situasi serupa tercatat di China, di mana untuk pertama kalinya sejak akhir Desember 2025 harga emas fisik berbalik dari premi menjadi diskon terhadap harga spot internasional. Saat ini emas diperdagangkan dengan diskon US$ 4 hingga US$ 8 per ons, padahal pekan sebelumnya masih tercatat premi US$ 1 hingga US$ 5 per ons.

Kepala Dealing Wing Fung Precious Metals, Peter Fung, menyatakan aktivitas perdagangan emas fisik di Shanghai masih sangat sepi. “Pasar emas fisik di Shanghai masih sangat tenang dan saya belum melihat minat beli yang signifikan. Investor masih mencermati ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan menunggu gambaran yang lebih jelas,” katanya.

Fung menambahkan bahwa permintaan berpotensi membaik setelah masa liburan atau memasuki Juli hingga Agustus.

Aliran Dana dan Aktivitas Perdagangan

Minat investasi juga tercermin dari arus dana: dana ETF berbasis emas fisik mencatat arus keluar bersih bulanan pertama dalam setahun pada Mei 2026, sebagian dipicu aksi ambil untung setelah reli harga sebelumnya.

Di sisi pasar, aktivitas perdagangan juga terpengaruh hari libur. Pasar daratan China dan Hong Kong tutup pada Jumat karena Festival Perahu Naga, sehingga perdagangan relatif terbatas.

Di tempat lain di Asia, emas di Hong Kong diperdagangkan dari harga spot hingga premi US$ 2 per ons. Di Jepang, emas dijual dengan diskon sekitar US$ 0,25 per ons, sementara di Singapura bergerak pada kisaran diskon US$ 0,50 hingga premi US$ 1,80 per ons.