Ihram.co.id — Pembalap MotoGP asal Spanyol, Maverick Vinales, mengakui sempat menyesali keputusannya meninggalkan Yamaha Factory Racing pada 2021. Namun setelah melihat perkembangan kariernya beberapa tahun terakhir, ia kini menilai langkah tersebut justru menjadi keputusan yang tepat secara sportif.
Vinales mengungkapkan hal tersebut saat mengenang proses kepindahannya dari Yamaha ke Aprilia Racing, yang menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam perjalanan kariernya di ajang MotoGP.
Baca Juga: Raih Hasil Buruk di MotoGP Thailand, Maverick Vinales Nilai Peran Jorge Lorenzo Tak Efektif
Karier Awal Menjanjikan di MotoGP
Vinales memulai kariernya di kelas utama MotoGP pada 2015 bersama Team Suzuki Ecstar. Saat itu ia langsung mencuri perhatian karena mampu tampil kompetitif melawan sejumlah pembalap papan atas.
Penampilannya membuat Yamaha merekrutnya pada musim 2017 untuk menjadi rekan setim legenda MotoGP, Valentino Rossi.
Selama membela Yamaha, Vinales meraih periode tersuksesnya di MotoGP. Dari total 10 kemenangan yang ia raih di kelas utama, delapan di antaranya didapatkan bersama tim pabrikan Jepang tersebut antara 2017 hingga 2021.
Performa impresif itu sempat membuat Vinales digadang-gadang sebagai calon juara dunia MotoGP pada masa depan.
Hubungan dengan Yamaha Berakhir Dramatis
Meski sempat menunjukkan performa kuat, hubungan Vinales dengan Yamaha memburuk pada musim 2021. Ketegangan antara pembalap dan tim akhirnya berujung pada pemutusan kontrak lebih awal.
Situasi tersebut terjadi setelah Vinales diketahui akan meninggalkan Yamaha untuk bergabung dengan Aprilia pada musim berikutnya.
Kepergiannya saat itu cukup mengejutkan, mengingat Yamaha merupakan salah satu tim papan atas MotoGP dengan sumber daya besar dan sejarah panjang di kejuaraan dunia.
Sempat Menyesal karena Tawaran Gaji Besar
Dalam wawancara dengan media motorsport GPOne, Vinales mengaku sempat menyesali keputusannya meninggalkan Yamaha, terutama karena tawaran kontrak yang sangat besar dari pabrikan Jepang tersebut.
“Ketika saya meninggalkan Yamaha, saya sempat menyesal,” kata Vinales.
Ia mengungkapkan bahwa Yamaha menawarkan nilai kontrak yang sangat tinggi jika ia memutuskan tetap bertahan di tim.
“Itu adalah jumlah uang yang sangat besar,” ujarnya.
Namun seiring berjalannya waktu, Vinales mulai melihat keputusan tersebut dari sudut pandang yang berbeda.
Kini Menilai Keputusan Itu Tepat
Menurut Vinales, pindah ke Aprilia justru memberinya peluang baru untuk berkembang sebagai pembalap.
Ia menilai motor Aprilia saat itu menunjukkan perkembangan signifikan sehingga memberikan peluang lebih baik untuk tampil kompetitif.
“Sekarang saya bisa mengatakan bahwa saya beruntung,” kata Vinales.
“Dari sisi olahraga, itu mungkin keputusan yang tepat.”
Ia bahkan meyakini bahwa pada musim 2023 hingga 2024, dirinya tidak akan mampu tampil secepat saat bersama Aprilia jika tetap bertahan di Yamaha.
Tantangan Baru Bersama KTM
Setelah periode bersama Aprilia, Vinales kemudian melanjutkan kariernya dengan bergabung ke Red Bull KTM Factory Racing.
Namun musim pertamanya bersama pabrikan Austria tersebut tidak berjalan mudah. Ia mengungkapkan sejumlah kendala, mulai dari cedera hingga masalah teknis pada motor KTM RC16.
Salah satu masalah yang paling terasa adalah fenomena “chatter”, yaitu getaran hebat pada motor yang menyulitkan pembalap mengendalikan kendaraan saat menikung.
“Musim lalu cukup sulit dan kami tidak mengetahui semua situasi yang terjadi di dalam tim,” ujarnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Vinales menegaskan dirinya tetap yakin dengan keputusan yang diambil sepanjang kariernya.
“Kami membuat keputusan berdasarkan informasi yang kami miliki saat itu. Pada akhirnya saya tidak menyesal,” kata Vinales.
Potensi Peran Penting di MotoGP 2027
Ke depan, Vinales disebut-sebut akan memainkan peran penting dalam proyek KTM untuk musim MotoGP 2027.
Ia diperkirakan menjadi salah satu pembalap utama tim pabrikan tersebut dan berpotensi berduet dengan sesama pembalap Spanyol, Alex Marquez.
Baca Juga: Maverick Vinales Isyaratkan Alex Marquez Gabung KTM pada MotoGP 2027
Sementara itu, bintang muda KTM saat ini, Pedro Acosta, dilaporkan berpotensi bergabung dengan tim pabrikan Ducati Lenovo Team pada musim yang sama.
Perubahan regulasi teknis MotoGP yang akan mulai diterapkan pada 2027 juga diperkirakan akan mengubah peta persaingan di grid, sehingga membuat masa depan tim dan pembalap semakin sulit diprediksi.
Ikuti Ihram.co.id
