Ihram.co.id — Thomas Frank telah resmi dipecat dari jabatannya sebagai pelatih kepala Tottenham Hotspur, menyusul serangkaian hasil buruk yang memuncak pada kekalahan kandang dari Newcastle United pada Selasa (10/2/2026). Keputusan ini mengakhiri masa jabatan Frank yang terbilang singkat, hanya delapan bulan sejak ia ditunjuk pada 12 Juni 2025.
Pemecatan ini menggarisbawahi performa mengecewakan Tottenham di kompetisi domestik sepanjang musim 2025-2026. Kekalahan dari Newcastle membuat klub berjuluk The Lilywhites ini tertahan di peringkat ke-16 klasemen Liga Primer Inggris, hanya terpaut lima poin dari zona degradasi. Rentetan delapan pertandingan tanpa kemenangan di liga pada tahun 2026 menjadi pukulan telak bagi harapan klub untuk kembali bersaing di papan atas.
Rentetan Hasil Buruk dan Kekecewaan Penggemar
Sejak mengambil alih tongkat kepelatihan dari Ange Postecoglou, Thomas Frank menghadapi tugas berat untuk mengangkat performa Tottenham. Meskipun di awal kepelatihannya sempat meraih hasil positif, termasuk lolos dari fase grup Liga Champions, performa tim di Liga Primer Inggris terus menurun. Total, Tottenham hanya meraih dua kemenangan dalam 17 pertandingan terakhir di liga.
Situasi semakin memburuk dengan tersingkirnya Tottenham dari kedua kompetisi piala domestik. Kekecewaan penggemar pun memuncak, terlihat dari aksi mereka yang meneriakkan agar Frank dipecat saat pertandingan kandang melawan Newcastle. Chant “akan dipecat pagi ini” terdengar jelas dari tribun penonton, menandakan ketidakpuasan publik terhadap kinerja pelatih asal Denmark tersebut.
Kontrak dan Kompensasi Pemecatan
Thomas Frank bergabung dengan Tottenham dengan kontrak berdurasi tiga tahun, menggantikan Ange Postecoglou yang dipecat meskipun berhasil membawa tim menjuarai Liga Europa. Pemecatan Frank ini diperkirakan akan membebani klub dengan biaya kompensasi yang signifikan, mengingat kontraknya yang masih tersisa lebih dari dua tahun.
Sebelumnya, Tottenham dikabarkan harus mengeluarkan dana sebesar £6,7 juta untuk memboyong Thomas Frank dan staf pelatihnya dari Brentford. Kini, biaya pemecatan ini akan menambah pengeluaran klub yang sebelumnya telah berinvestasi besar di bursa transfer untuk mendatangkan pemain seperti Xavi Simons dan Mohamed Kudus. Namun, cedera panjang pemain kunci seperti James Maddison dan Dejan Kulusevski disebut-sebut turut mempengaruhi performa tim.
Perjalanan Karier Thomas Frank
Sebelum menukangi Tottenham, Thomas Frank memiliki rekam jejak yang cukup impresif bersama Brentford. Ia berhasil membawa klub tersebut promosi ke Liga Primer Inggris pada musim 2020-2021 dan menjadikan mereka tim yang sulit dikalahkan di kasta tertinggi sepak bola Inggris, meskipun dengan anggaran yang terbatas. Selama tujuh tahun bersama Brentford, Frank membangun reputasi sebagai salah satu pelatih progresif dan inovatif di Inggris.
Namun, tantangan di Tottenham terbukti berbeda. Rata-rata poin per pertandingan yang diraih Frank bersama Tottenham hanya mencapai 1,12 poin, sebuah angka yang jauh di bawah ekspektasi klub dan dianggap sebagai salah satu yang terendah di antara tim “big six” Liga Primer Inggris dalam satu dekade terakhir. Keputusan pemecatan ini menjadi babak baru bagi Tottenham dalam upaya mereka mencari stabilitas dan kembali ke jalur persaingan papan atas.
Ikuti Ihram.co.id
